Phew. . .
sebenere ini bukan jenis2 film kesukaan saya. Haha. Iya, definisi film2 bagus menurut saya yang lucu, nyantai, enteng, menghibur lahh. Tapi ternyata sekali-sekali nonton film yang beginian asik juga.
Saya udah pernah baca bukunya, duluuuu banged, beberapa taun yang lalu, jadul lah pokoke. Hehe. Makanya pas pertama naruh pantat saya di bangku XXI malem itu, saya rada nyesel, kenapa sebelum nonton saya nggak baca ulang dulu bukunya. Yaaa. . . biar tau jalan ceritanya lahh. Saya pelupa banged soalnya, trus suka kecampur2. Pas diajak nonton pertama kali pun saya mikirnya Angel and Demon itu buku yang ceritanya tentang kode-kode pemrograman gitu, dehh. . . Ehh, salah /*belakangan saya baru inget, buku yang itu judulnya Benteng Digital. Haha. Payah. . .*/ Tapi ternyata saya malah akhirnya bersyukur karena lupa ceritanya. Haha. Iya, kalo saya inget, pasti bakalan nggak seru lagi. Tapi justru karena lupa, saya bisa terkaget-kaget sendiri. Bisa sok2an main tebak2an sama partner nonton saya, “Pasti Bapaknya ini jahat, dehh. . .” ato bertanya-tanya, “Iihh, sebenere Om-nya ini mihak sama siapa c?” Haha. . . enggak penting, yak??? Yang ternyata tebakan saya salah semua!!! Hahaha. Bisa dibayangin betapa parahnya ingatan saya. Haha.
Filmnya tegang terus. Iya, serius. Alurnya cepet, bekson-nya mendukung banged. Jadi bener2 deg2an sepanjang jaman. Haiah. Bahkan kalo dulu saya nonton film hantu Indonesia pun /*yang seinget saya terakhir kali pas saya SMA. Hampir lima taun yang lalu. Haha. */ nggak pernah ngerasa setegang ini selama film diputer. Paling cuman pas scene2 tertentu aja. Tapi film yang satu ini enggak. Bener-bener saya enggak dikasi jeda untuk sekedar menarik nafas lega sedikit pun. Bahkan pas keknya udah mendekati ending, teteb ada kejutan-kejutan kecil. Walahh. . .
Settingnya di daerah Vatikan sana, karena emang ceritanya seputaran pemilihan Paus. Ternyata ada sesuatu yang ajaib, lowh, di pemilihan Paus. Jadi Paus kan dipilih dari banyak Kardinal2 dengan cara voting. Setiap suara ditulis di kertas, dan setelah diitung, semua kertas itu akhirnya dibakar. Ajaibnya adalah, kalo rapat bisa menghasilkan atau mencapai jumlah suara yang diinginkan, asap dari hasil pembakaran kertas2 itu tadi bakal berwarna putih. Tapi kalo belum, asepnya warnanya item biasa. Dan selama orang2 penting itu pada rapat, di luar gedungnya, kalo nggak salah Lapangan Santo Petrus, ribuan dan mungkin jutaan orang menunggu hasilnya. Setiap kali ada asap yang keluar, mereka langsung pada heboh. Kecewa waktu asapnya item, dan bersorak-sorak waktu akhirnya keluar asap putih. Selama nunggu itu, mereka nyanyi lagunya Ave Maria bareng2. Uhuhuhu. . . saya jadi pengen nangis rasanya liat itu. Pengen gabung di sana. Cuman nonton aja saya udah kebawa perasaan, apalagi kalo saya bisa jadi bagian dari orang-orang itu. Huhuhu. . . Yeah, maybe someday. . . Hwakakakak. Jangan dianggep mimpi, lowh, anggep aja doa=)
Yang saya rada enggak suka karena film ini rada sadis. Iya, kan ada cerita penjahatnya nyulik empat perfeti /*aduhh, semoga saya enggak salah nulis*/, itu orang2 yang masuk kandidat terkuat untuk dipilih jadi Paus, dan keempat perfeti ini disiksa dan (dicoba) dibunuh dengan cara2 yang bwt saya c sadis banged. Yang paling nyeremin yang terakhir, karena dia dicemplungin ke kolam sambil dikasi pemberat. Aduhhh. . . serem banged. Iya, apalagi saya punya trauma tentang kejadian yang berhubungan dengan kecemplung. Huhuhu. Makanya pas nonton saya sempet enggak bisa nafas, sebelum akhirnya lebih milih ngeliatin ekspresi muka partner nonton saya. Haha. Kabur ceritanya.
Oia, ada yang sangat mengagumkan! Seni yang namanya ambigram. Itu bikin tulisan yang mau dibaca dari kiri ke kanan, kanan ke kiri, dari atas, dari bawah, kebacanya bakal sama. Keren abis!!!
Well, anyway, termasuk film yang wajib tonton deh, keknya. Yakin, enggak bakal rugi. Seru banged! Tegang banged! ASyik banged! Bagus banged! Hehe. Jangan baca bukunya dulu, biar surprais. Haha.
Unpredictable Ending. . .
Taukah kamu???
Sekarang dia menyapu rumahnya setiap hari
sampai ke sudut-sudut ruangannya
Supaya kalau suatu saat kamu menaruh tasmu di pojok ruangan manapun
tasmu nggak akan kotor cuma karena dulu dia cuma menyapu bagian yang keliatan saja
Sekarang dia juga membereskan kamarnya setiap pagi
Supaya kalau suatu hari kamu main ke rumahnya
dan tiba-tiba melongokkan kepalamu ke dalam kamarnya
kamu akan mendapati kamar yang bersih
Sekarang dia rutin mengoleskan lotion ke kakinya
bahkan sampai ke bagian telapak kakinya
Supaya kalau suatu saat dia memakai sendal terbuka lagi
kamu nggak akan melihat kakinya yang kering dan nggak indah
Sekarang dia memotong kukunya seminggu sekali di kamarnya
dan mengumpulkan potongan-potongan kukunya dalam satu tempat
Supaya nggak mengotori kamarnya, atau tempat lain
dan tangan serta jari-jarinya keliatan terawat
Sekarang dia rajin mendengarkan lagu-lagu yang kamu suka
Supaya suatu saat kalo kamu mengajaknya ngobrol tentang itu
dia bisa menjadi teman ngobrol yang menyenangkan
Sekarang dia mulai belajar mencuci baju-bajunya sendiri
Supaya besok dia yang akan mencucikan baju-bajumu
tanpa perlu takut melunturkan warnanya
dan membuatmu bisa lebih santai di hari Minggu
Sekarang dia menjaga mulut dan semua omongannya
Supaya kamu nggak akan pernah kecewa
karena apa yang telah dia ucapkan, tapi enggak dia lakukan
Sekarang dia belajar memasak seminggu sekali
Supaya suatu saat dia bisa dengan bangga membawakanmu hasil masakannya
demi mendengar satu kata pujian paling datar sekalipun yang akan keluar dari bibirmu
Sekarang dia belajar menata penampilannya
Supaya kalau suatu hari nanti kamu mengajaknya pergi
dia bisa langsung mengiyakannya
sambil berharap kamu nggak akan mengajak yang lain
sehingga perhatianmu benar-benar bisa tertuju padanya
dan dia berjanji nggak akan membuatmu menyesali ajakannya
Sekarang dia benar-benar menutup pintu untuk orang lain
dan menunggu dengan setia
Supaya enggak sembarangan orang yang lewat
dan cuma kamulah yang bisa masuk
karena memang cuma kamulah yang diinginkannya
kamulah alasan di balik semua perubahannya
aku telah salah
ragukan niatmu
akulah lelaki
dengan jiwa bocah
yang coba dewasa
yang coba berubah
mohon dampingilah
jangan tinggalkan
tak terbayangkan jika kau pergi
kau alasanku untuk dewasa
dan aku tak ingin kau terluka
segenap jiwa akan kujaga
keindahanmu
menepi sejenak denganku
bahagia selamanya denganku
kau alasanku untuk dewasa
dan aku tak ingin kau terluka
segenap jiwa akan kujaga
keindahanmu
(Sheila on Seven, Alasanku)
Sampai sekarang dia masi bangun sepagi yang dulu
dengan setia memanjatkan doa
menyebut namamu dalam doanya
nggak pernah absen seharipun. . .
Sekarang dia lebih yakin dengan perasaannya denganmu
dia menyukaimu dua kali lebih besar
mengharapkanmu dua kali lebih banyak
tanpa memintamu untuk menjadi dua kali lebih baik
Karena dia cuma pengen kamu
bukan kamu yang dua kali lebih gaya atau apa, bukan!
cuma kamu
apa adanya kamu. . .
telah lama aku
lama mengenalmu
lama menantimu
ikuti arusmu
berhenti sejenak
dan lihatlah aku
beri kejelasan
tentang perasaan
maukah kau tau
di dalam hatiku
lama menantimu
sampai kapan?
apakah kau tau
yang lama kutau
lama menantimu
sampai kapan?
(Sheila on Seven, Sampai Kapan)
Not Today, Please. . .
Huhu. Nggak habis pikir sama orang2 belakangan ini. Semua berlaku kek yang terjadi adalah salah saya. Selalu saya yang ditanyai, dituntut, dan diminta untuk melakukan sesuatu.
“Kok enggak begini?” “Kok kamu gitu c?” “Ayolah, pergilah sana, do somethin’. . .” “Harus kamu, Pi, yang mulai, siapalagi???” “Aneh banged c kamu. . .” dan berpuluh-puluh kalimat senada yang mampir ke kuping saya belakangan ini. Oh noooo. . . Kenapa c keknya mereka enggak pernah mengalaminya? Apa mereka enggak tau gimana susahnya? Ato mereka lupa? Ato emang cuman saya yang masi kekanak-kanakan, sampe enggak bisa ngelakuin apa yang orang lain bisa???
Yea, saya tau tujuan mereka baik. Saya tau kalo saya bisa mewujudnyatakan keinginan mereka, yang untung bukan cuma mereka, tapi saya juga. Ya, ya, ya, saya bener2 tau itu semua. Tapi maaph, saya belum bisa, belum sanggup, belum siap, belum berani. Saya butuh lebih banyak waktu. Saya pernah ngalamin yang lebih parah dari ini, dan nyatanya sekarang semua bisa baik2 adja. Jadi yakin, dehh, suatu saat, semua akan jadi lebih baik. Tapi mungkin enggak sekarang. Belum. . .
Love is in The Air, Beib. . .
Hwiiiii. . . udah nginjek tanggal satu di bulan dua. Fufu. Ntah kenapa, bulan Februari termasuk dalam bulan2 favorit saya, selain Maret dan Desember. Saya suka bulan Maret karena saya ulang taun, sementara bulan Desember karena ada Natal. Tapi Februari??? Nggak tau. Saya nggak punya alesan pasti. Bahkan sejak dulu saya pengen punya anak yang lahir di bulan Februari. Hwahahaha. Enggak jelas.
Tapi mungkin emang besar kaitannya sama Valentine di bulan Februari, dan secara enggak langsung di pikiran saya Februari identik sama semua yang berbau2 romantisme, cokelat, hadiah, perhatian, yea. . . hal2 kek gitulah. Hmm. . . mungkin ada beberapa yang bakal bilang dengan sinisnya, “So what gitu, lowh, Pi?? Kalo cuman yang gituan, enggak perlu bulan Februari kaleeeee. . . ” Bener c, tapi enggak tau kenapa, di bulan Februari, semua hal2 itu jadi lebih special, lebih pas, lebih sah.
Dan untuk menyambut Valentine taun ini, saya udah nyiapin beberapa lagu yang pas banged sama suasananya. Salah satunya lagu ini:
1,2 – 1 2 3 4
give me more lovin then i’ve ever had.
make it all better when i’m feelin sad.
tell me that i’m special even when i know i’m not.
make me feel good when i hurt so bad.
barely gettin mad,
im so glad i found you.
i love bein’ around you.
you make it easy,
as easy as 1 2,(1 2 3 4.)
theres only one thing two do three words four you.
i love you.
(i love you)
theres only one way two say those three words
and that’s what i’ll do.
i love you.
(i love you)
give me more lovin from the very start.
piece me back together when i fall apart.
tell me things you never even tell your closest friends.
make me feel good when i hurt so bad.
best that i’ve had.
im so glad that i found you.
i love bein around you.
you make it easy as easy as 1 2,(1 2 3 4.)
theres only one thing two do three words four you.
i love you (i love you)
theres only one way two say those three words
and that’s what i’ll do.
i love you.i love you (i love you)
(Plain White T’s, 1 2 3 4)
Lagu kedua yang ini:
When I see your smile
Tears run down my face I can’t replace
And now that I’m stronger I’ve figured out
How this world turns cold and breaks through my soul
And I know I’ll find deep inside me I can be the one
I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
It’s ok. It’s ok. It’s ok.
Seasons are changing
And waves are crashing
And stars are falling all for us
Days grow longer and nights grow shorter
I can show you I’ll be the one
I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
Cuz you’re my, you’re my, my true love, my whole heart
Please don’t throw that away
Cuz I’m here for you
Please don’t walk away,
Please tell me you’ll stay, stay
Use me as you will
Pull my strings just for a thrill
And I know I’ll be ok
Though my skies are turning gray
I will never let you fall
I’ll stand up with you forever
I’ll be there for you through it all
Even if saving you sends me to heaven
(Red Jumpsuit Apparatus, Ur Guardian Angel)
Hehe. Dua lagu yang kalo adek saya yang paling kecil denger pasti bakal komentar, “Ngik Ngok banged!”
Ngik Ngok, maksudnya suara biola yang digesek, tapi fales. Plesetan dari backsound gesekan biola yang biasa muncul di adegan2 film yang pas lagi penuh cintanya. Yang maksudnya lagi, lagunya over-romantis, over-gombal, dan semacemnya. Hwahahaha. Iya c, bener banged. Tapiiii. . . namanya juga Februari, ya toh? Sah2 sadja, kok. . . Wakakakak.
List lagu yang nggak kalah ngik-ngok, tapi pas banged bwt saya, lagi jadi langganan tetap playlist:
Smother Me – The Used (favourite love song ever!!), You Belong to Me – Lifehouse, Love Song – 311, etc etc. Buanyak banged kalo ditulis smua. Hwahahaha.
Nggak tau kenapa, lagi dapet banged moodnya bwt dengerin lagu2 beginian. Bahkan kemarin saya bela2in nyari lagu2 Kahitna. Hwikikiki. Ya maaph. . . Sekali lagi, ini Februari gitu, lowh??? Saya ngerasa dapet alesan yang sah untuk menjadi sedikit lebih centil *maaph kalo ternyata banyak, ups ^^*
Well, bwt yang merayakan aja, Happy Valentine, yak. . . Yang nggak ngerayain, yawes, diam dan tenanglah, biarkan kami berkreasi. Nggak usah sirik, apalagi nuduh macem2, woke. Peace. . . (^0^)v
Kritis vs Bersyukur
Apakah orang yang pinter selalu ditandai dengan banyak omong?? Kadang pas liat orang mengeluarkan statement-statement yang bagus, yang berbobot, dan kalo perlu bahkan yang menusuk, yang menohok, saya menjudge orang itu pintar. Hihi. Penilaian yang dangkal. Tapi belakangan saya mulai berpikir-pikir ulang. Ahh, ga selalu orang2 kek gitu pinter. Sama halnya kek nggak selalu orang yang lebih banyak diem itu karena enggak tau dan enggak punya pendapat. Semua cuman masalah apa mereka mau mengeluarkannya ato enggak. Dan di mata saya /*belakangan ini*/ enggak selalu berarti orang yang berani ngeluarin pendapatnya itu selangkah lebih maju. Saya mulai mempertimbangkan pepatah lama tentang betapa emasnya diam itu.
Semakin emas lagi untuk kasus yang saya temui belakangan ini. Waktu BBM naik, orang2 memaki, menghujat, dan menuntut supaya BBM diturunkan, untuk meringankan beban orang2. Yang beban pikirannya udah berat, udah banyak, udah susah, semakin ditambah lagi dengan naiknya harga BBM. Makanya ayolah, pemerintah turunkanlah harga BBM!!! Begitu banyak protes yang muncul pas harga BBM naik jadi 6000 bulan Oktober kemarin.
Hmmm. . . oke, saya sangat mengerti kesusahan mereka /*dan kesusahan saya juga, lowh*/. Saya tau betapa mahalnya barang2 sekarang ini. Tapi saya mulai enggak bisa mengerti, pas harga BBM turun bulan Desember ini. Jujur saya seneng. Yang dulunya bensin sepuluh ribu cuman bisa bertahan untuk dua-tiga hari, sekarang bisa empat-lima hari. Selisihnya enggak terlalu banyak memang, tapi bukannya enggak berarti sama sekali, kan?? Saya enggak ngerti, apakah saya yang terlalu lugu dan polos ato apa, tapi ternyata kesenangan yang saya rasakan nggak dirasakan oleh orang banyak. Iya, saya malah mendengar banyak komentar miring bernada sinis, “Alaaaa, cuma turun lima ratus. . .” /*waktu harga premium turun jadi 5500*/. “Duhh, ngefeknya apa c? Nggak kerasa!!!” Dan yang paling belakang, dan paling sakit adalah orang2 yang nuduh pemerintah sebenernya udah ngambil untung dari harga BBM yang sekarang.
Oh my God. . .
Saya enggak tau komentar itu pertama kali dikeluarkan oleh siapa, dari kalangan mana, ato sumbernya dari mana. Saya bukan orang yang pro-pemerintah, ato Pertamina, ato siapa saja. Saya enggak memihak siapa pun. Saya cuman ngerasa, wahai orang2, saya enggak tau Anda terlalu pintar, telalu kritis, ato justru orang yang enggak bisa bersyukur. Yaaa, mungkin turunnya enggak seberapa, dan mungkin memang harganya teteb enggak kembali seperti semula, tapi nggak bisakah Anda melihat sisi positifnya –sesedikit apapun– dari sini? Bahwa betapapun kecilnya, masih ada hal yang bisa disyukuri? Atau Anda udah terlalu dibutakan oleh kepengenan menyalahkan pemerintah, ato pihak lain manapun? Huhuhu. . . sangat disayangkan . . .
Terlalu lugu, terlalu nrimo emang enggak baik. Tapi terlalu banyak nuntut juga enggak bisa dibenarkan, kan?? Kenapa c kita enggak bisa nyoba ngambil sisi positif dari semua kejadian? Lebih sering bersyukur sama Tuhan, untuk smua hal yang masih boleh kita alami, sepahit apapun, sesakit apapun, sesusah apapun, sekecil apapun. Ayolahh, waktu kita terlalu berharga untuk dihabisin dengan bersedih-sedih, mencari kejelekan, mencari kesalahan, dan enggak berbahagia. Ayolah, sadarilah, bahagia itu proses, dan bukan tujuan. Kenapa enggak mulai berbahagia dari sekarang, dengan lebih banyak bersyukur??? Bisa, kan??? (^_^)v