Archive for October, 2008

Trying to Let U Know

I tried to be perfect,
But nothing was worth it,
I don’t believe it makes me real.
I thought it’d be easy,
But no one believes me,
I meant all the things I said.

If you believe it’s in my soul,
I’d say all the words that I know,
Just to see if it would show,
That I’m trying to let you know,
That I’m better off on my own.

This place is so empty,
My thoughts are so tempting,
I don’t know how it got so bad.
Sometimes it’s so crazy,
that nothing can save me,
But it’s the only thing that I have.

If you believe it’s in my soul,
I’d say all the words that I know,
Just to see if it would show,
That I’m trying to let you know,
That I’m better off on my own.

(Sum 41, Pieces)

Tiba2 keinget sama lagu ini. Awalnya judulnya adja saya nggak tau, setelah tanya Bang Anton dan Jembar, baru tau judul lagunya. Hehe…

Lagi susah. Betapa saya pengen jadi sempurna di matanya, tapi saya sadar saya nggak akan pernah bisa. Hweee… Terlalu jauh dari jangkauan. Terlalu tinggi untuk bisa saya raih. Huiks… huiks… huiks…

I miss you…

Aduhh, maaph, postingannya norak banged… ;-p Just trying to let him know…

Comments (4) »

Sore yang Menyenangkan…

Hmmm… sore yang menyenangkan!!! Setelah tadi abis ke kampus sebentar yang malah bikin mood saya rada ilang, sore ini dinaikkin lagi. Seneng, seneng. Sesorean curhat sama Mon-mon, sahabat saya. Salah satu rahasia kebahagiaan adalah berbagi, emang bener banged! Makanya saya seneng banged bisa berbagi rasa. Lega banged tau di luar sana ada orang yang ngerasain hal yang sama ^^ Thanx ya, Mon…

Pak Yudi, Pak Thomas, maaphkan saya, yak. Waktu yang harusnya bwt cari referensi malah saya habisin bwt chatting, curhat2 nggak jelas. Hwahaha. Senengnyaaaaaaaaaaaaaaa…. ^^ Jadi pengen nyanyi….

I got a lot to say to you
Yeah, I got a lot to say
I noticed your eyes are always glued to me
Keeping them here
And it makes no sense at all

They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies
They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies

Crush
Crush
Crush
Crush, crush
(Two, three, four!)

Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who’s counting on
That never happens
I guess I’m dreaming again
Let’s be more than this

If you want to play it like a game
Well, come on, come on, let’s play
Cause I’d rather waste my life pretending
Than have to forget you for one whole minute

They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies
They taped over your mouth
Scribbled out the truth with their lies
You little spies

Crush
Crush
Crush
Crush, crush
(Two, three, four!)

Nothing compares to a quiet evening alone
Just the one-two of us, who’s counting on
That never happens
I guess I’m dreaming again
Let’s be more than this now

Rock and roll, baby
Don’t you know that we’re all alone now?
I need something to sing about
Rock and roll, hey
Don’t you know, baby, we’re all alone now?
I need something to sing about
Rock and roll, hey
Don’t you know, baby, we’re all alone now?
Give me something to sing about

(Paramore, Crushcrushcrush)

Comments (2) »

Sakiiiiiiiiiiiiiiiit…

Di bawah ini hanya sekedar rekayasa belaka. Bila ada kesamaan tokoh, latar belakang dan cerita, hal itu tidak disengaja! ;-)
Studi kasus I
A    : Kamu mau nggak jadi pacarku?
B    : Aduh, maap, aku nggak bisa…
A    : Kenapa? Apa kamu udah punya pacar? Ato kamu udah punya orang lain yang kamu suka?
B    : Ehm… iya, sebenernya aku punya orang lain yang aku suka…

Studi Kasus II
A    : Kamu mau nggak jadi pacarku?
B    : Aduh, maap, aku nggak bisa…
A    : Kenapa? Apa kamu udah punya pacar? Ato kamu udah punya orang lain yang kamu suka?
B    : Enggak, kok. Gapapa. Aku masi jomblo, kok, dan belum punya gebetan juga…

Well, dua kasus yang sama-sama berakhir menyakitkan… Tapi… mana yang lebih menyakitkan? Untuk kasus yang pertama, si B nolak sambil kasi alesan yang jelas. Yea, betapapun menyakitkannya, tapi fakta udah diberikan, dan saya yakin si A bakalan ngerti. Dan syukur2 c, nggak bakalan ganggu B lagi.
Tapi untuk kasus yang kedua? B nolak, tapi tanpa ngasi alesan kenapa dia enggak bisa. Dia bahkan dengan terus terang ngungkapin betapa sebenernya dia availabe untuk bilang ‘iya’, tapi nyatanya teteb enggak bisa. Hah, kalo menurut saya, jawaban itu sebenernya bukan enggak bisa. Bilang aja enggak mau. Ya, karena jawaban B sebenernya emang berarti enggak mau, kan?
Hmmmm… lagi sakit, sakit banged. Kadang saya marah banged sama orang yang kebanyakan alesan. Tapi ternyata kemarin saya harus marah justru karena enggak ada alesan sama sekali itu tadi. Uh! Maksudnya apa c? Kok dia begitu c? Saya pikir kami teman. Tapi kenapa untuk seorang teman pun, saya nggak berhak untuk dapet penjelasan? Kenapa kok malah kesannya saya orang asing, bukan siapa2, yang enggak berhak tau dia lagi kenapa c, apa c alesannya sampe dia enggak bisa ngikutin ajakan saya? Hmmm… saya jadi berpikir banyak, bahwa mungkin selama ini saya memang bukan siapa2. Hehehe /*ketawa garing*/, kalo saya cerita ke Awi, mungkin dia bakal nanggepin begini, “Sakit, Pek! Sakiiiiiiiit…” /*harus dibaca dengan nada khas Awi… ^^ */

Comments (7) »

Komentar Teman Saya…

“Nggi, rambutmu lucu dipotong gitu…”

Itu komentar salah satu temen saya pas tadi ketemu di kampus. Ehehehehe… seneng dehh rasanya. Haha. Mencurigakan! Jangan2 nggak pernah ada yang muji Sapi? Haha. Bukaaan!!! Bukan karena itu. Tapi seneng adja, ntah kenapa, komentar yang langsung menaikkan mood saya hari ini. Hwehehe… Padahal beberapa hari kemarin abis dikomentarin temen saya yang lain lagi, katanya saya baru bad hair day. Waduhh, padahal saya nggak lagi bad hair day, lowh, saya malah lagi nyoba potongan rambut baru. Hwewewewew… pandangan orang emang berbeda-beda yak. Hahaha.

Aduh, maaph, ini postingan yang sangat tidak penting untuk dibaca…. ^^

Comments (4) »

Pengen ke Pantai…

Hweee…bukannya karena udah lama nggak ke pantai. Hari sabtu-minggu kemarin saya pergi ke dua pantai yang berbeda. Hari Sabtunya ke Pantai Depok sama temen2 Image, hari Minggunya ke Panrtai Baron sama temen2 2004. Hmmm… tapi ya itu tadi. Teteb belum kerasa ke pantai. Ya iyalah….

Pas hari Sabtu, acaranya ternyata makan siang di sana. Dan cuma makan siang. Haha. Payah. Selesai makan saya pikir bakalan main2 sebentar lah di pantai. Keceh2 sebentar. Ehh, enggak. Malah langsung pulang. Itu kejadian ke pantai yang pertama.

Kejadian yang kedua hari minggunya. Saya dan temen2 rencana mau ke Wonosari, ngerayain ulang taun sahabat saya yang Jembar, makan2 plus acara ke pantai. Tapi lagi2 ada accident, sejak jam 11 udah ngumpul, terpaksa masi nunggu berbelas-belas temen kami yang lain, soalnya rombongan yang ikut berangkat ke Wonosari kemarin emang buanyak buanged. Ada mungkin sekitar tiga puluhan orang, sebagian besar naik motor! Waks! Dan saya juga tau nggak gampang emang ngoordinir orang sebanyak itu. Jadilah am setengah tiga kami baru berangkat ke Wonosari, dan nyampe di pantai jam enam sore. Dapet apaaaaaaaa??? Boro2 sunset, ombaknya adja hampir enggak keliatan. Hahaha. Daripada ambil resiko teteb main di pantai dan tar ilang tanpa sempet diketahui temen2, saya milih main di pinggir adja, sekedar basahin kaki saya. Well, paling enggak ada bagian tubuh saya yang kena air pantai lahh. Daripada enggak sama sekali…

Hmmm… itulah, plus selain itu juga ada sebab lain c, hari sabtunya saya ‘dapet’. Jadi semakin nggak memungkinkan saya untuk nyemplung gila2an dan basah2an. Hmmm… emang belum jodoh kali yaa??? Mungkin lain kali… kalo emang ada lain kali… ^^

Comments (2) »