Sekarang dia menyapu rumahnya setiap hari
sampai ke sudut-sudut ruangannya
Supaya kalau suatu saat kamu menaruh tasmu di pojok ruangan manapun
tasmu nggak akan kotor cuma karena dulu dia cuma menyapu bagian yang keliatan saja
Sekarang dia juga membereskan kamarnya setiap pagi
Supaya kalau suatu hari kamu main ke rumahnya
dan tiba-tiba melongokkan kepalamu ke dalam kamarnya
kamu akan mendapati kamar yang bersih
Sekarang dia rutin mengoleskan lotion ke kakinya
bahkan sampai ke bagian telapak kakinya
Supaya kalau suatu saat dia memakai sendal terbuka lagi
kamu nggak akan melihat kakinya yang kering dan nggak indah
Sekarang dia memotong kukunya seminggu sekali di kamarnya
dan mengumpulkan potongan-potongan kukunya dalam satu tempat
Supaya nggak mengotori kamarnya, atau tempat lain
dan tangan serta jari-jarinya keliatan terawat
Sekarang dia rajin mendengarkan lagu-lagu yang kamu suka
Supaya suatu saat kalo kamu mengajaknya ngobrol tentang itu
dia bisa menjadi teman ngobrol yang menyenangkan
Sekarang dia mulai belajar mencuci baju-bajunya sendiri
Supaya besok dia yang akan mencucikan baju-bajumu
tanpa perlu takut melunturkan warnanya
dan membuatmu bisa lebih santai di hari Minggu
Sekarang dia menjaga mulut dan semua omongannya
Supaya kamu nggak akan pernah kecewa
karena apa yang telah dia ucapkan, tapi enggak dia lakukan
Sekarang dia belajar memasak seminggu sekali
Supaya suatu saat dia bisa dengan bangga membawakanmu hasil masakannya
demi mendengar satu kata pujian paling datar sekalipun yang akan keluar dari bibirmu
Sekarang dia belajar menata penampilannya
Supaya kalau suatu hari nanti kamu mengajaknya pergi
dia bisa langsung mengiyakannya
sambil berharap kamu nggak akan mengajak yang lain
sehingga perhatianmu benar-benar bisa tertuju padanya
dan dia berjanji nggak akan membuatmu menyesali ajakannya
Sekarang dia benar-benar menutup pintu untuk orang lain
dan menunggu dengan setia
Supaya enggak sembarangan orang yang lewat
dan cuma kamulah yang bisa masuk
karena memang cuma kamulah yang diinginkannya
kamulah alasan di balik semua perubahannya
aku telah salah
ragukan niatmu
akulah lelaki
dengan jiwa bocah
yang coba dewasa
yang coba berubah
mohon dampingilah
jangan tinggalkan
tak terbayangkan jika kau pergi
kau alasanku untuk dewasa
dan aku tak ingin kau terluka
segenap jiwa akan kujaga
keindahanmu
menepi sejenak denganku
bahagia selamanya denganku
kau alasanku untuk dewasa
dan aku tak ingin kau terluka
segenap jiwa akan kujaga
keindahanmu
(Sheila on Seven, Alasanku)
Sampai sekarang dia masi bangun sepagi yang dulu
dengan setia memanjatkan doa
menyebut namamu dalam doanya
nggak pernah absen seharipun. . .
Sekarang dia lebih yakin dengan perasaannya denganmu
dia menyukaimu dua kali lebih besar
mengharapkanmu dua kali lebih banyak
tanpa memintamu untuk menjadi dua kali lebih baik
Karena dia cuma pengen kamu
bukan kamu yang dua kali lebih gaya atau apa, bukan!
cuma kamu
apa adanya kamu. . .
telah lama aku
lama mengenalmu
lama menantimu
ikuti arusmu
berhenti sejenak
dan lihatlah aku
beri kejelasan
tentang perasaan
maukah kau tau
di dalam hatiku
lama menantimu
sampai kapan?
apakah kau tau
yang lama kutau
lama menantimu
sampai kapan?
(Sheila on Seven, Sampai Kapan)