Let’s Make Our Dreams Come True!!!

Apakah kamu pernah punya mimpi?
Hehe, pertanyaan konyol, yak? Semua orang pasti pernah bermimpi. Ntah pengen jadi dokter, pengen jalan2 ke luar negri, pengen punya jadi pacarnya artis ini, pengen jadi orang kaya. Ahhh… buanyak banged hal2 yang bisa dimimpiin.

Saya juga pernah punya. Mimpi sejak zaman SMP, yang sampe sekarang belum kesampean, bahkan hampir saya lupain. Iya, karena saya nganggep mimpi itu konyol, kek pungguk merindukan bulan. Haha. Tapi ntah kenapa smua berubah setelah saya baca buku keduanya Andrea Hirata, Sang Pemimpi. Saya baru baca dua c, Laskar Pelangi sama Sang Pemimpi. Tapi saya langsung jatuh hati sama yang kedua. Bener-bener nggak berlebihan dia berani pasang tulisan “Novel yang Menggugah Semangat”. Hmmm…

Andrea nyeritain perjalanan Ikal dan Arai, dua anak SMA Bukan Main di Belitong, yang sebenernya cuman daerah kecil yang miskin banged. Mw sekolah aja susah banged. Tapi mereka berani punya mimpi untuk sekolah di Prancis.

Hmmm… jujur, saya bukan orang yang optimis, lebih cenderung pesimis malah. Tapi demi ‘sesuatu’, ntah pengen sedikit menguatkan diri ato apa, saya lebih suka menyebut diri saya realistis. Tapi saya jadi rada kaget juga baca pendapat Andrea tentang realistis.

“…Sikap realistis sebenarnya mengandung bahaya sebab ia memiliki hubungan linear dengan perasaan pesimis. Realistis tak lain lain adalah pedal rem yang sering menghambat harapan orang.” (Sang Pemimpi, hal 144)

DOEEEEEEEENG!!!!!
Nancep. Dalem, pula! Hwahaha.

Dan akhirnya, kata-kata tokoh Arai juga yang menyadarkan saya,

“…orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi, dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu!!”

dan ini,

“…tanpa mimpi, orang seperti kita akan mati…” (Keduanya dari halaman 153)

Wew. Keren banged. Membayangkan kata-kata itu diucapkan oleh anak yang belum genap kepala dua, dengan hidupnya yang serba kekurangan. Kalo saya ada di posisi dia, saya pasti cuman bisa nrimo. Yang terjadi biar terjadilahh. Tapi dia??? Phewww….

Ada lain lagi yang bikin saya kagum. Yang ini pembicaraan mereka tentang seorang cewe yang udah lama ditaksir Arai, tapi nggak pernah sekalipun mengacuhkan Arai, dan semua tingkah lakunya.

“Nurmala adalah tembok yang kukuh, dan usahaku ibarat melemparkan lumpur ke tembok itu.
Kau sangka tembok itu akan roboh dengan lemparan lumpur?
Tidak akan! Tapi lumpur itu akan membekas di sana, apa pun yang kulakukan, walaupun ditolaknya mentah-mentah, akan membekas di hatinya.”

Hmm… saya nggak ngerti, apa Andrea yang begitu pinter meracik kata-kata, ato memang anak-anak Belitong zaman dulu udah segitu jagonya berpuitis dan berfilosofis? Ahh, ntahlahh… Tapi novel ini bener-bener bawa sesuatu yang baru dalam diri saya. Yang sejak dulu saya lupakan, saya buang jauh-jauh karena ngerasa konyol sendiri. Ternyata enggak.

Seperti kata Andrea juga,

“…demikian indahnya Tuhan bertahun-tahun telah memeluk mimpi-mimpi kami, telah menyimak hrapan2 sepi dalam hati kami, dan mengaturnya menjadi potongan2 mozaik hidup yang sempurna.”

Phewww… saya nangis pas ngerampungin baca novel ini. Nangis untuk Ikal dan Arai, dan juga untuk saya sendiri. Saya malu. Segitu gampangnya nyerah dan nuduh Tuhan nggak mampu untuk mewujudkan mimpi saya. Suatu hari nanti siapa tau? Asal kita bener-bener jaga mimpi dan keyakinan kita…

Hmmm… adakah mimpi-mimpimu yang belum terwujud yang udah hampir kamu lupakan? Coba dehh, bangkitkan lagi, bakar lagi semangat kita untuk bisa mencapai mimpi2 itu…

Yukk, sama-sama jadikan mimpi kita bukan cuman mimpi… ^^

Advertisements

5 thoughts on “Let’s Make Our Dreams Come True!!!

  1. Yups, bagus banget emank novel karangan andrea hirata, dari laskar pelangi, sang pemimpi, n edensor. Tinggal yang terakhir kok belum keluar2 yupz?

    Ada lagi sepenggal kisah yang emang menarik bgt, ketika keluarga ikal mau menjemput arai yang tak lain emang msh ada hub keluarga dgn ikal.
    Walaupun baru aja ditinggal pergi untuk selamanya oleh ortunya, justru arai yang dirundung kesedihan yang amat dalem, masih saja berusaha menghibur ikal.

    Dan benar banget, hidup emang berawal dari mimpi.
    Di lagu bondan & fade 2 black jg ada kata2 itu.

  2. Ow, iyaaa… yang itu bagus banged. Andrea gambarinnya bisa banged ya. Kerasa banged sendunya pas Arai nungguin Ikal sama bapaknya dateng… Dapet banged dehh pokoknya.
    Duhh, belum baca yang ketiga. Semoga sesegera mungkin dehh. Blum sempet niy, blum sempet bli dan baca. Haha.
    Haha, Bondan… dasar fansnya Bondan… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s