Twilite? Thriller? I don’t Think So. . .

Iya, akhirnya kemarin nonton Twilite juga, setelah beberapa minggu cuman bisa berheboh-heboh pengen. Sebenernya daya tarik utama yang paling bikin saya nafsu banged pengen nonton ya gara2 Paramore nyumbang dua lagu jadi sountreknya. Hihihi. Ga mutu, ya?

Saya cuman denger sedikit tentang review pilmnya. Tentang vampir yang jatuh cinta sama manusia biasa, dan keknya c permasalahan berkisar di situ. Berhubung ada vampir yang dibawa2, jadi saya sempat mikir pilm ini bukan cuman sekedar drama biasa, pasti bakal ada pertarungannya, gigit2an, ato apalahh. Yea, berbekal keyakinan itulah saya manteb nonton pilm ini. Kebetulan juga pas ada yang ngajak. Hwakakaka. Yasudahh. . . ^^ Klop banged, ya toh??

Kenyataannya? Wew, hampir separo pilm pure drama! Iya, drama percintaan gitu, dehh. Lengkap dengan semua rayuan gombalnya, sikap2 gentle menjurus sok pahlawan yang rada berlebihan, dan. . . yaaa hal2 kek gitulahh. . . >_< Mana dialognya berjalan lambat dan rada krik krik krik. Iya c ceritanya dia vampir yang udah ‘agak lama’ berumur 17 taun, tapi nggak usah segitunya kalee?? Hehe. Dan kalo bole jujur c, backsound-nya nggak begitu membantu. Bikin pilm ini semakin flat dan bwt saya rada picisan. Ya iyalah, bayangin aja, adegan cowo megang tangan cewe, saling pandang, dan akhirnya bilang, “Saya udah bener-bener enggak bisa lagi untuk jauh dari kamu. . .” diiringi petikan gitar yang amat sangat mellow. O-ow. . . >_< Nggak bisakah mereka mencari kata-kata yang lain?? Phew. . . Tapi bagi yang lagi jatuh cinta, lagi masa pedekate, dan butuh banyak gambusan, kata2 gombal, pilm ini bisa banged jadi referensi. Hwikikiki. . .

Iya, buktinya Coolin, sahabat kecil saya yang kebetulan ketemu, dan sama2 nonton pilm ini ngakunya suka banged. Ya, ya, ya. . . Boleh, boleh. . . ;-p

Hmmm. . . pilm-nya baru mulai bikin saya kebangun pas adegan main softball di deket hutan. Seru! Lagu latarnya juga pas, Muse yang Supermassive. Muantabb lahh pokoknya! Dan emang sejak itu juga jalan cerita jadi lumayan. Kejar2an, pertarungan antar suku sesama vampir. Yahh, bolehlahh. . . ^^

Yang terpenting, akhirnya dengerin juga Decode-nya Paramore. Bwt yang mw dengerin Decode, keknya harus sabar dehh, soalnya dia bener2 jadi sountrek penutup pilm. Saya nggak boong pas bilang penutup, soalnya pas pilmnya selesai, ada satu lagu lembut yang nutup pilmnya, saya nggak tau yang nyanyi siapa. Bagus pokoknya. Disusul sama lagunya Linkin Park /*semoga saya nggak salah, musiknya LP banged, dan vocalnya juga sebelas-duabelas sama Chester*/, dan setelah itu baru dehh, Decode. Penantian yang panjang! Di tengah2 pilmnya juga sebenernya ada lagunya Paramore yang satu lagi, yang I Caught MySelf, cuman rada sayup2 gitu. Hmm. . .

Nilai bwt pilm ini. . . cukup-lahh. Hihihi. Sorry, tapi emang bukan pilm wajib tonton, kok, bwt saya. Ahh, nunggu Bolt aja, ahhh. . . ^^

Advertisements

3 thoughts on “Twilite? Thriller? I don’t Think So. . .

  1. iya???/ada Linkin Park nya juga? dude gw ni penggemar beratnya LP. sama kayak twilight dulu waktu transformers itu juga pake soundtracknya Linkin Park, dan juga munculnya di ending, itu juga cuman melodi, lagunya yang beneran muncul pas credit.

    btw, apa itu vocal sebelas-duabelas???

    iya aku juga nunggu2 bolt

  2. Ada, kok, kemarin udah dikasi tau temen saya, tapi lupa judulnya apa. Hihihi. Jadi inget masa SMA, pas lagi cinta matinya sama LP. Hwakakakak. Jadi malu.

    Sebelas duabelas maksudnya mirip, maz. . . ^^v

    Ho-oh, niy, udah lama kok belum keluar2 juga. Huhuu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s