Daybreakers, Not Another Vampire Movie ^^

Hweh, udah lama juga saya enggak nulis tentang satu film secara khusus. ho ho. Tiba-tiba pengen bahas film yang barusan saya tonton ini. Abisan, sangat berkesan bwt saya. Udah lama saya enggak nonton film yang jadi begitu mempengaruhi saya. Hmmm. . . meskipun sebenernya saya nggak ngerti juga, ini pengaruh filmnya, ato timing nontonnya, yak?

Heee. Jadi pas itu hari Sabtu. Sepanjang acara makan siang yang molor sampe baru selesai jam setengah limaan, saya sama Pacar nggak bosen-bosennya buka web 21. Tapi hampir di semua bioskop lagi masang film Iron Man 2. Itupun hampir di semua studio yang mereka punya. Hwew. Nggak mw rugi banged, yak? Ha ha. Film yang kami tunggu-tunggu pun diputernya pas midnite. Daybreaker, sama Chloe. Ho ho. *Yang terakhir cuman saya aja c yang kepengen. He he* Nonton midnite, hu hu, blom pernah. Pengalaman nonton saya yang paling malem nonton Laskar Pelangi, dulu gara pas masi di Jokja, bioskop cuman dua, selalu keabisan tiket, jadilah saya cuman kebagian yang jam sepuluh malem, selesai sekitar jam dua belasan, itupun AmPlaz udah gelap, eskalator mati, dan hampir smw pintu ditutup. Harus lewat tangga darurat, ngelewatin t4 parkir yang juga udah gelap dan sepi. Ha ha. Paraah. Jadi ga terlintas dalam pikiran saya untuk nonton midnite *lagi, ini kalo yang LasPel itu masuk itungan midnite. Ha ha*

Tapi pas pulang ke kost, ketemu roommates, bilang pengen nonton Daybreaker juga. Pas saya kasi tau adanya midnite, ternyata malah enggak menyurutkan niatnya. Haha. Ywdlahh, berangkaaaaaaaaaaaaaaat!!!! ๐Ÿ˜€
Pertama saya sempet takut ngantuk, tapi ternyata ketakutan saya sia-sia. Sepanjang film, yang sebenernya pendek itu, saya sama sekali enggak sempet ngerasa ngantuk. Bawaannya tegaaaang terus. Sepanjang film dikejar-kejar, hampir mirip sama I Am Legend, ato Resident Evil, cuman yang ini jauuuuh lebih sadis, bahkan lebih sadis dari Book of Eli, yang bwt saya udah cukup sadis. Lebih banyak badan dan kepala meledak, darah muncrat ke mana2, potongan kepala di-zoom sampe dekeeeeet banged, badan yang udah habis digigitin, dan lain-lainnya dehh. Hufff. . . Saya suka nonton film yang bikin adrenalin tinggi, tapi kalo sesadis ini saya pikir2 juga. Haha. Snack yang dibawa sama roommate saya pun sama sekali enggak kesentuh. He he. Udah ilfil.

versi manusianya Edward Dalton, ganteng ๐Ÿ˜‰

Hmm. . . tema ceritanya tentang vampir. Vampir yang bener2 beda sama Edward Cullen. Hehe. Meskipun tokoh utamanya namanya Edward juga, tapi di sini Edward Dalton, yang main Ethan Hawke, yang bwt saya jauh lebih ganteng pas dia enggak jadi vampir. Ho ho. Vampir2 di sini enggak berkilauan kek permata kalo kena sinar matahari. Dan mereka enggak segampang vampir2 di Twilite yang bisa nahan diri untuk enggak minum darah orang. No, no, no. Di Daybreaker vampir2nya jauh lebih enggak manusiawi lagi >:D Jadi ceritanya ntah ada virus apa sampe akhirnya hampir sebagian besar orang di dunia ini berubah jadi vampir. Manusia udah hampir punah, dan dari sedikit manusia yang tersisa ini harus mati-matian sembunyi dari vampir yang semakin haus darah.

Di sini lucunya, diceritain detil gimana perubahan dunia karena penghuninya juga udah bukan manusia lagi. Kek misalnya mobil-mobil mereka yang udah dimodifikasi full untuk perjalanan siang hari, ato peringatan yang diannounce setiap hampir menjelang pagi bahwa matahari bakal terbit sebentar lagi, ato darah manusia asli yang dianggep kek orang sekarang dapetin madu murni 100 persen dan dijadiin kado ulang taun *ehh, ada nggak c yang begini? haha*, dan masih banyak kebiasaan yang beda banged dibanding dunia manusia yang sekarang ini. Jadi mereka kek menciptakan dunia baru yang penghuninya vampir, tapi settingnya persis sama dengan bumi yang sekarang ini. Hebatnya, itu berhasil banged!!

Saya bahkan masi kebawa perasaan itu sampe film selesai. Ditambah jam pulang yang udah jam satu pagi lebih. Jalan gelap dan sepi. Udah gitu, ya, pas lagi ngelewatin gang deket kost, dari depan ada sesosok yang bawa sekantung plastik bening isi cairan warna gelap plus sedotan, dan jalannya sempoyongan. Haduhhhh. . . pikiran saya udah macem2 aja malem itu. Hu hu. Horor! Langsung saya mempererat pegangan tangan saya, dan jalan beriringan menuhin jalan. Peduli! Serem tauk! Ha ha.

Baru bener2 plong pas udah nyampe kamar kost yang terang dan wangi. He he. Legaaaa banged rasanya ๐Ÿ˜€

My fave, Frankie Dalton. . .

 

Well, anyway, kalo pada suka film2 beginian, recommended, dehhh. . . Sok atuh ditonton. . . Tapi kalo yang suka jantungan, dan panik liat darah, mending enggak, dehh. . . Daripada daripada. . . Filmnya lumayan, kok, meskipun di beberapa bagian nggak terlalu ok bwt saya, hihi, misalnya apa yang bisa nyembuhin vampir2 itu. Tapiiii ya lumayan masuk akal juga c, jadi yasudahlah. Ha ha.ย  Tokoh favorit saya malah si Frankie Dalton, adiknya si Ethan Hawke. He he. Saya suka tokoh yang kontroversial. Awalnya c dia keliatannya nyebelin, tukang ngadu, tukang cari aman, dan bla bla bla. Tapi di akhir2 film keliatan kalo dia punya alesan untuk itu smw. Hu hu. Tipe hubungan kakak-adek yang bikin saya keingetan sama adek2 saya di rumah. Huks huks.

He he. sebelum saya bocorin lebih banyak, stop di sini aja, ahh. He he. Kalo ada yang mw nonton, salam ya, bwt Frankie-nya. LOL.

Advertisements

5 thoughts on “Daybreakers, Not Another Vampire Movie ^^

    • Wekekeke. . . . aku juga pengin nonton, kok. . . . ;p
      Yoa, nggak bikin kapok nonton midnite, kan. . . Hayukkk lagi. . . . ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s