To Smell Only

Kantor, sekitar pukul tiga-empat sore. Jam-jam di mana rasa ngantuk dan laper kembali sibuk berkeliaran. Menghinggapi siapa saja yang lagi lengah–termasuk saya pastinya. Waktu-waktu di mana kebanyakan orang menghabiskannya dengan nongkrong ato sedikit bersantai-santai, ntah di mushola, ato di basement, ato mencari makanan kecil untuk pengganjal perut.

Di kantor saya, jam-jam inilah saat paling sering di mana dua aroma favorit saya menguar. Dua hal yang cuman bisa saya nikmati dengan indra penciuman saya, dan bukannya dengan indra pengecap. Hmmm…

1. Aroma kopi

liat uapnya, tuhhh, smell it! mantaaaab.... 😀

Mantab banged yang satu ini. Mencium bau kopi langsung terbayang perasaan tegas, macho, dan hitam. Kuat dan nggak mau ditolak.

I’m addicted to this coffee thing, but to smell it only, yang sayangnya dengan sangat berat hati, sejak kuliah, saya harus mulai bener-bener mengurangi kopi. Setiap minum kopi, telapak tangan jadi berkeringat, dingin, jantung berdegup *lebih* kencang, dan terkadang sampe pusing segala. Hmff… Menjadikan saya sekarang hanya sebagai penikmat aroma kopi yang dibikin oleh temen-temen sekantor saja.

2. Aroma cabe rawit a.k.a cengek

cengek.... 😀

Heee… 😀 Ntah kenapa, I can’t describe this one, and how I feel bout it, tapi setiap kali membaui aroma ini, saya selalu suka. Tapi untuk memakannya? No way! Haha. Saya nggak doyan pedas. Dan bukan tipe orang yang harus ada sambal untuk temen makan. Buat saya, sambal cuman buat seru2an, karena kadang, beberapa makanan bakal terlalu datar untuk dimakan begitu saja, dan perlu sambal untuk meramaikannya. Tapi pun bila nggak ada, saya, sih, ok-ok aja. Haha.

Begitu juga sebenernya sama si cengek ini. Kalo dia nggak ada, ya, saya nggak bakal ribut nyariin, sih. Cumaaan, kalo pas lagi ada, saya pasti sukaa banged sama aromanya. Belakangan lagi hobi makan mendoan yang dicolekkin ke cengek yang diirisin kecil-kecil plus dikasi kecap. Cuman demi bisa membaui aroma cengek. Baunya segar dan menantang, tapi saya sama sekali nggak tertantang untuk memakannya. Haha. Untuk makannya, sih, paling saya cuman nyolek sedikit-sedikit ke kecapnya. Nantinya pasti gundukkan cengek plus biji2nya yang horor itu masi terlihat menggunung. Haha.

Weird, eh?

Advertisements

4 thoughts on “To Smell Only

  1. wew…klo aku ga lupa ya, kopi bisa mengecilkan payudara lo, ntr ga sekseh lagi dong hehehhe.
    trus klo cabe, hmm…tidak bisa makan klo ga ada sambal.. love it so much 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s