Bercak di Kuku dan Nostalgia Masa Kecil

Saat saya kecil, saya mengalami masa-masa di mana banyak sekali mitos, kepercayaan, atau apalah namanya. Yep, saya tinggal di daerah pinggiran Jokja, beberapa orang mungkin akan lebih suka menyebutnya desa. Dan… ntah, mungkin yang ini pikiran saya sendiri, tapi rasanya orang desa punya jauh lebih banyak kepercayaan yang dianut daripada orang-yang-tidak-tinggal-di-desa. haha. Just my silly thought.

Pun begitu teman-teman sekolah saya–waktu itu. Cukup banyak hal-hal absurd yang diartikan tanpa dasar, tapi banyak yang percaya.

menanti pacar impian yang kayak pangeran =P~

Salah satunya adalah permainan mijet-mijet kelima jari tangan, nanti dipilih yang paling sakit. Jari yang paling sakit ini nanti diteken lagi, tapi kali ini pake kuku. Bekas dari penyiksaan kecil ini konon katanya akan menghasilkan inisial pacar pertama kami (dulu). Iya, karena masih esempe, belum pernah pacaran, tapi sudah sangat excited dengan konsep punya pacar, kami (well, okey, saya aja mungkin) menanti-nantikan sang pacar ini bener-bener kayak anak kecil kelaperan nungguin tukang bakso lewat depan rumahnya. asyik menduga-duga akan seperti siapa, apakah nanti dia akan men-treat saya seperti cerita-cerita di buku dongeng yang saya baca sejak kecil, atau seperti sinetron2 yang sudah cukup marak di tipi? ahh, hebohlah pokoknya. dan permainan yang katanya ngasi tau inisial pacar pertama ini menghasilkan inisial W untuk saya. semakin serulah imajinasi saya tentang mr. W yang akan datang ini. haha.

Kepercayaan nggak berdasar lainnya adalah tanda putih di kuku jemari tangan. Pernah dapet nggak? Bercak putih acak, yang aneh, dan jujur aja sampai sekarang saya nggak tau apa itu sebenernya, tapi waktu saya kecil, tanda itu dipercaya membawa pesan. Jadi, kalo tandanya nongol di jari manapun di tangan kiri, itu berarti lagi ada yang enggak suka sama kita, tapi kalau bercaknya nongol di jari manapun di tangan kanan, sebaliknya, lagi ada yang suka/naksir kita. Pernah denger? Pernah tau alesannya? Nggak? Sama 😀

Kepercayaan itu dulu tumbuh dan berkembang di sekitar temen-temen cewe aja. Saya bahkan nggak tau apakah temen-temen cowo kala itu tau tentang itu, atau mereka cuma sekedar enggak peduli. Tapi yang mengagetkan saya adalah bahwa pacar ternyata tau tentang arti pertanda bercak di kuku jari ini. Lucunya lagi, dia cukup menganggap serius artinya. Haha.

Jadi beberapa minggu yang lalu, di kuku jari tengah kanan saya muncul bercak putih ini, dan berbarengan juga dengan munculnya bercak putih di kuku jari tengah kiri si pacar.

ini, nih, tanda putih yang mendadak muncul di kuku. ada yang tau itu sebenernya apa?

Bercak di kuku saya, ya taulaah, namanya juga kuku sendiri, cuman jujur saya emang nggak begitu ngeh sama tanda di kuku pacar sampai dia sendiri yang mengangkat topik yang lumayan enggak penting ini. 😛

Sambil menunjuk tanda di kuku jari kanan saya, dia bilang dengan nada setengah menuduh, “itu kenapa ada putih-putih di situ, ada yang lagi naksir kamu, ya??”

Haha. Saya butuh waktu beberapa menit untuk mencerna pertanyaan pacar siang itu. Mengingat-ingat permainan masa kecil saya, ketika pacar masih melanjutkan sambil mengangkat tangan kirinya, menunjukkan bercak putih di jari tengahnya.

“Lihat, nih, cowo yang naksir kamu, nggak suka sama aku.” katanya.

Wuakakakakakakak. sumpah, saya enggak bisa menahan diri untuk enggak ketawa. Bukan hanya karena enggak nyangka cowo saya bakal mengingat setiap detil dari mainan jaman esempe atau mungkin malah esde, yang notabene sudah lebih dari sepuluh tahun yang lalu, tapi karena dia bisa menyimpulkannya menjadi sesuatu yang menurut saya sangat absurd. Wahahahaha.

Malemnya, sebelum tidur, saya melihat kembali tanda di jari saya, mengingat perkataan pacar, dan lagi-lagi ketawa. Analogi pacar, meskipun sangat lemah dari segi bukti, sangat masuk akal. Nyambung banged kalo menggunakan teori tanda di jari. Saya juga enggak pernah seserius itu menanggapi arti2 tanda sampai mengumpulkan bukti kebeneran/ketidakvalidan dari teori itu.

Tapi satu bukti yang saya dapet bener adalah, nama pacar pertama saya beneran diawali huruf W. Gyakakakakakakak.

Kesimpulan dari post ini? Pengin tau? Nothing. Saya nggak pengin menyimpulkan apa-apa, cuman pengin sedikit bernostalgia, sambil menebar kekonyolan. Hihi.

 

Oh iya, saya nemuin  penjelasan penyebab tanda putih di kuku dalam bidang kesehatan. Haha. Bisa dicek di mari . Yuuuk…

Advertisements

One thought on “Bercak di Kuku dan Nostalgia Masa Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s