What Kind of Traveler Are You?

Beberapa kali bikin acara jalan-jalan dan mengajak beberapa ‘kenalan’ yang berbeda-beda cukup bikin saya mengenali beberapa tipe orang-orang yang “ngakunya” hobi jalan-jalan ini. Kenapa diselipin kata ngakunya, udah gitu pake tanda petik pula? Karena, nggak semua orang yang pergi travelling bener-bener hobi jalan-jalan. Ada beberapa yang cuman pengin pamer gadget, ada yang bingung ngabisin duit, ada yang nggak ada kerjaan, dan buanyak di antaranya yang cuman pengin menang heboh, dapet eksis di social media, dapet gebetan baru, dan masih banyak lagi.

Saya coba rangkum menjadi:

1)      Orang-orang (Kebanyakan) Gaya

Orang-orang ini lebih mementingkan gaya, dan sayangnya kadang nggak memperhitungkan ke mana mereka pergi. Jadi ada yang pake sendal kondangan pas lagi jalan-jalan ke air terjun, atau pake sepatu boots nggak anti air gaya pas lagi main ke pantai, atau mungkin pake jaket berbulu-bulu pas lagi ke padang pasir berangin, atau mungkin bawa koper pas lagi tracking ke gunung.

ya kali ke gunung pake boots keren, kaca muka, dan bawa koper?

ya kali ke gunung pake boots keren, kaca muka, dan bawa koper?

Orang dalam kategori ini lebih heboh belanja aksesoris yang akan dibawa daripada persiapan inti-nya, misalnya cari syal lucu sebelum naik ke gunung, cari kacamata item yang bentuknya hello kitty sebelum menikmati sunset di pantai, cari masker a la Slipknot sebelum main ke padang pasir, atau cari tiker daun pandan warna-warni yang imyut sebelum piknik ke bonbin.

Walhasil, mereka sering kerepotan dengan benda-benda bergaya mereka dan lumayan bikin susah yang lain.

2)      Orang-orang Ga Mau Susah

Seperti yang sudah diketahui, travelling sendiri bisa ada dua macem; koper vs backpack. Jalan-jalan edisi mewah vs edisi dana terbatas. Jalan-jalan ala ibu-ibu pejabat vs mahasiswa pencinta alam.

Nah, orang-orang dalam kategori ini sebetulnya nggak akan bikin masalah selama mereka bisa mengukur diri mereka sendiri dan pinter milih paket travelling yang sesuai dengan mereka. Kalo biasanya jalan-jalan sambil metik apel di kebun teh (kumaha eta ceritana), yaaa jangan tiba-tiba pengin ikut tracking di gunung Rinjani. Atau biasanya naik pesawat yang dibeli dengan flight termurah, ya jangan nekad gabung geng yang hobinya ngeteng, ngejar bis, naik feri, dan kereta api ekonomi. Yang ada tar kebanyakan ngeluh, rewel, ngerepotin, dan selain bikin berisik juga bikin yang lain bernafsu ngegampar.

3)      Orang-orang Super Eksis

eksis is a must, dan nggak afdol kalo nggak pake foto diri

eksis is a must, dan nggak afdol kalo nggak pake foto diri

Benda yang paling enggak boleh ketinggalan selama mereka jalan-jalan adalah: hape dengan kamera berpiksel tinggi dan paket internet dengan kecepatan yahud. Jadi ke mana-mana mereka akan bisa upload foto (kebanyakan selfie) dengan status, lengkap dengan check-in di mananya.

Karena foto-fotonya selfie, kebanyakan sih nggak akan banyak membantu orang-orang lain yang butuh referensi tentang tempat wisata yang mereka kunjungi. Ya iyalaaah, secara foto-foto yang ditampilkan adalah foto dengan fokus utama pada pemilik akun, dengan tempat sebagai latas belakang, kadang malah dibikin bokeh/burem. Nggak guna!

Orang-orang tipe ini juga yang paling pertama sadar kalo suatu daerah nggak dapet sinyal provider, jadi mereka sangat disarankan untuk jauh-jauh dari tempat wisata macem Baduy, puncak Mahameru, puncak Rinjani, ataupun Teluk Kiluan. 😛

Ya nggak salah juga, sih, ya, mencoba menyimpan memori dari tempat yang kita kunjungi dengan merekamnya dalam bentuk foto. Cuman kebanyakan orang-orang ini justru lebih fokus sama hasil foto-foto dan status di media social mereka. Jadi sekali udah nemu tempat yang sekiranya oke, mereka akan stay di situ, mencoba berbagai macam pose, mulai dari pose ceribel, pose duckface, pose lompat, sampe pose orang merenung ketinggalan bis di tempat itu, sampe akhirnya nggak sempet menjelajah tempat-tempat yang lain.

Berdasarkan pengalaman, jalan-jalan sama orang-orang macem begini Cuma asyik sampe jepretan ke-sekian, setelah itu senyum udah garing, keabisan ekspresi dan gaya untuk mengimbangi mereka yang masih punya segudang stock untuk dipoto, dan kesel karena masih penasaran pengin jalan-jalan ke tempat-tempat lain, tapi mereka masih sibuk taking pictures. Biasanya kalo udah gini, sih, misah jalan, yang dengan kata lain jalan-jalan bareng hanya tinggal judul semata, endingnya tetep aja jalan sendiri. Ngok!

Oh, dan biasanya, orang-orang dalam kategori ini sepaket sama kategori satu. Iya, mereka banyak gaya karena mau diupdate dan diupload ke public. Ahahah.

4)      Orang-orang Bergadget “Wah”

ketika kamera keren nggak dipake sebagaimana mestinya. berat nggak papa, yang penting gayaaa...

ketika kamera keren nggak dipake sebagaimana mestinya. berat nggak papa, yang penting gayaaa…

Banyak orang yang ngajak travelling sambil memberi judul “hunting”. Biasanya mereka ini adalah pemilik kamera-kamera DSLR dengan harga selangit, yang sayangnya kebanyakan di antaranya memilih untuk mengeset kameranya jadi otomatis. *giggle*

Orang dalam kategori ini nggak segan untuk membawa beban yang cukup berat, dikalungkan di lehernya dan belagak jepret sana jepret sini, tapi sayangnya hasilnya nggak jauh beda sama hasil yang dipotret dari pocket camera. Oh tapi gapapa, yang penting gaya, Cuuy…

Anehnya lagi adalah mereka sering minta orang lain motret mereka berpose di tempat wisata dengan kamera mereka masih dikalungkan di leher. Lhah. Hmm… okey, fine, saya mengerti…. *devil grin*

5)      Orang-orang Wacana

Dari list di atasnya yang sebetulnya sudah cukup bikin kesel di atas, orang dalam kategori inilah yang menurut saya paling bikin kesel. Orang-orang yang paling heboh ketika ide jalan-jalan diungkapkan, atau di kasus lain yang paling pertama protes ketika mereka mengetahui ada ide jalan-jalan dari orang lain dan kebetulan mereka nggak diajak, tetapi ketika ide mulai direalisasikan (baca: nyebut tanggal, fixing jumlah peserta, ngomongin biaya, dll dll) yang paling sibuk giving excuse.

      “Aduh, pas tanggal itu katanya ombak di sana bakalan gedhe, deh, gimana kalo awal tahun depan aja?” atau

     “Wah, kalo cuman dua hari gitu pasti capek banged, mana Senin langsung masuk kerja, kan? Keknya gw pas dulu, yak, kecuali kita pilih tanggal pas long weekend, tiga bulan lagi, gimana?” atau

     “Ishhhh, pengin banged ikut, tapi si ini kan nggak boleh nginep sama ortunya, nggak enak kalo dia nggak ikut tapi aku tetep ikuuuut….”

     “Wuihhh, mau, donk? Eh, tapi siapa aja yang ikut? Udah banyak belom? Nanti kalo udah rame, gw ikut, deh!”

And many more PRET excuses yang cukup menguras emosi jiwa, ya…

Hmmm, lagi-lagi belajar dari pengalaman, saya mulai menyeleksi partner jalan saya. You may call me arrogant or else, tapi acara jalan-jalan kan dibikin untuk hiburan dan refreshing, jadi kenapa repot-repot mikirin orang-orang yang nggak jelas-jelas niat dan punya tujuan yang sama dengan kita aja? Kalo tujuannya cari seneng, meskipun dengan biaya yang nggak terlalu mahal (dan ini nggak selalu sengsara, lowh), ya udah, gather them. Nggak usah nunggu apalagi maksa orang yang emang nggak pengin berangkat, kayak nggak punya temen lain aja, deh.

Saya belajar untuk nggak terlalu berharap sama orang-orang yang awalnya keliatan excited ikutan, tapi di belakang punya berjuta alesan untuk nggak jadi ikut dengan mulai mencoretnya dari daftar orang yang perlu diajak. Pun belajar bertoleransi dengan orang-orang yang nggak bisa saya sangkal memang membutuhkan keeksisan dan mungkin bukti buat orang lain supaya terlihat pernah ke sini, pernah di sini, atau di sana, jadi selama nggak berlebihan, ya bolehlah ditungguin.

Hmmm, sekian dulu sepertinya, dan mohon maap kalo hawa-hawa tsurhat-nya tersurat banged. Ehehehehehehe…

Advertisements

8 thoughts on “What Kind of Traveler Are You?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s