It Began with “Congratz for The Wedding…”

Hal yang menyebalkan adalah, ketika ngucapin selamat atas acara nikahan teman, justru dibales dengan kata-kata yang nggak ngenakkin. Bukan maksudnya saya menilai ucapan selamat saya sebagai sesuatu yang bagus dan berharap untuk dibales dengan sesuatu yang bagus juga, enggak. Saya cuman enggak berharap untuk dibales dengan sesuatu yang nggak bagus aja.

“Cepet nyusul kamu makanya…” sambil ngikik, and the worst part is, “tar jadi p*****n tua, lowh!” Even I don’t wanna write that down here. Pilihan kata yang cukup buruk untuk diucapkan oleh orang yang ‘ngakunya’ sedang dalam suasana bahagia dan mestinya nggak terpikirkan untuk menyakiti hati orang lain. Mestinya, sih, ya.

Pandangan yang selama ini saya nggak habis pikir. Orang-orang yang selama ini menganggap menikah adalah sebuah garis finish dalam sebuah perlombaan lari, yang membuat orang-orang yang sudah menikah berhak berdiri di belakang garis, menertawai dan menganggap kami yang masih belum menikah ini sebagai orang-orang kalah yang patut dikasihani.

Ehem.

Gimana kalo cara pandangnya diganti?

Gimana kalo kami-kami yang belum menikah ini melihat orang-orang yang sudah menikah itu kayak anak-anak yang terpaksa meninggalkan pesta duluan pukul setengah delapan malem karena sudah dijemput orang tuanya. Sementara kami masih asyik joget-joget, mingle sama temen-temen yang lain, makan-makan dan minum sepuasnya, mereka sudah harus di rumah, nggak bisa ke mana-mana lagi. Boleh juga, donk, ya,  kami nelpon ke rumah orang tua mereka, trus ngetawain karena  udah harus balik duluan?

Bisa, kan? Nggak salah, kan? Nggak, donk.

Belum menikah nggak segitu melasnya juga, kok. Selagi masih muda dan masih pengin memanfaatkan waktu benar-benar untuk kita sendiri, ya untuk jalan-jalan, berkarya, cari temen sebanyak-banyaknya, dll dll. Kapan lagi kalo nggak dilakukan sekarang-sekarang sebelum menikah?

Lagipula, ini judulnya juga “belum”. Someday we will, when God think our time is right.

Jadi nggak usahlah pake ngata-ngatain, merasa menang, merasa lebih hebat, merasa lebih laku hanya karena udah nikah. That does not guarantee anything at all. Kebahagiaan kalian nggak akan bertambah dengan mengurangi kebahagiaan orang lain, apalagi sampe bikin sakit hati.

Hmmmm… this is another post dengan kadar curhat yang cukup besar, but… glad I did it. Phew. J

Advertisements

4 thoughts on “It Began with “Congratz for The Wedding…”

  1. Judul blog-nya kreatif , menggelikan sekaligus menjurus…..(kayanya otak gw yang kotor)
    Cepet nyusul , kapan nyusul , mana calonnya ? etc etc…biasalah itu , terutama semakin meningkat usia , semakin gencar serangannya , semakin membabi-buta (atau setengah buta) manuvernya.

    Adapun , reaksi atas aksi kembali pada kita , menurut newton “For every action, there is an equal and opposite reaction” , bahwa setiap interaksi terdapat 2 gaya yang seimbang dan bertentangan/berlawanan arah , bila hukum tersebut terpenuhi maka ada keseimbangan seperti juga supply dan demand di pasar yang bila sesuai maka akan menciptakan pertumbuhan yang sehat dan sustainable.

    Lalu bagaimana reaksi kita terhadap aksi yang berkonotasi negatif atau beraura merendahkan ? bahwa reaksi kemarahan , kekesalan dan ke-an lainnya timbul dan muncul dari persepsi atau cara pandang kita , di mana kita memandang hal-hal tesebut sebagai cemoohan bukan sebagai doa atau harapan dari lawan bicara dan karena kecenderungan psikologis manusia yang lebih mudah membakar dibandingkan menyiram , secara tidak sadar langsung muncul self-defense , denial dan sejenisnya , bahwa segala sesuatu baik-baik saja dan itu bukan urusan orang lain (padahal dengan sendirinya pihak penerima mengakui bahwa situasi tidak baik-baik saja karena ia marah dan merasa terusik)

    Ada 2 sistem dalam menghadapi situasi konflik atau kontra seperti permasalahan di atas ,

    satu , merubah cara pandang , alias selalu positive thinking dan menganulir segala ejekan yang mungkin saja memang benar-benar bermaksud menghina…dan menerimanya sebagai suatu harapan atau kritik yang membangun atau mengambilnya sebagai suatu hikmah , alih-alih sebagai hinaan. (tidak mudah tentunya , namun jauh lebih baik dibandingkan misuh-misuh sendiri dan secara tidak langsung mengatakan…anda benar , saya tidak bahagia)

    dua , menyerap informasi seperti apa adanya , dan membalasnya dengan anugrah terbesar yang diberikan YME terhadap manusia , yaitu Humor atau selera humor. Tiada yang lebih ampuh mencairkan kemarahan diri sendiri dengan menertawakan diri sendiri , dan bagaikan pedang bermata dua , tidak hanya mampu meusuk rasa emosi atau sakit hati dari dalam namun juga sebagai senjata perlawanan terampuh….bahwa humor menggambarkan keadaan pikiran , keadaan hati dan jiwa yang nyaman , senang , bahagia tidak terbeban sehingga dengan sendirinya menganulir pikiran orang / lawan bicara bahwa diri kita tidak bahagia , kurang bahagia atau belum bahagia karena tidak /belum mempunyai pasangan hidup.

    Pilihan kedua tentu lebih menyenangkan dan manusiawi , karena tampil bagai anak kucing yang manis senantiasa tidaklah mudah dan lebih beresiko akan mendapatkan bombardir lanjutan dbandingkan dengan gaya yang santai , ringan , ringkas namun efektif …humor , canda dan tawa …

    Salam kenal,
    abe

    • hahaha… well written. jujur, awal mau nulis emang karena sebagai luapan kesel dan marah yang saya anggap wajar sebagai manusia dan bukan malaikat yang [mungkin] nggak bisa marah (: tapi kemudian munculnya tulisan ini adalah sebagai hasil dari usaha untuk bisa positive thinking. hehe.
      kalo hasilnya nggak terlalu kelihatan seperti itu… ya maap 😀

      and by the way, tentang judul blognya, balik lagi ke pikiran yang baca, sih. kalo dari awal bikinnya simply karena sering dipanggil sapi dan sapi ngomong dengan cara melenguh. kalo menjurus ke yang lain… hmmm… rasanya itu di luar kendali penulis, ya 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s