Camping Cantik di Lembang

Camping.

Satu kata itu yang bikin saya cukup bersemangat packing malem harinya. Beberapa helai baju, tas peralatan mandi, handuk, sleeping bag, bantal travelling, dan makanan kecil. Terpaksa dadah-babay dulu sama catok rambut dan lepie kesayangan. Halah. XD

Kapan terakhir kali camping? Bangun tenda buat tidur malemnya? Masak-masakan di depan tenda? I barely can remember. Yang ada di ingatan saya cuman samar-samar, ketika umur saya belum dua digit, ngebangun tenda masih serumit bikin simpul ini, simpul itu, dan kepayahan matok pasak di sana-sini. Belom lagi ketika malemnya tidur kami keganggu dengan genangan air yang menerobos masuk tenda dan bikin kami semua harus mengungsi di aula entah gedung apa di daerah perkemahan kami saat itu. Haha. Not a really good memory for me, actually.

proses pendirian tenda. singkat, cepet, nggak pake ribet. yay!

proses pendirian tenda. singkat, cepet, nggak pake ribet. yay!

Tapi terima kasih Tuhan dan pada perkembangan zaman. Tenda yang dibawa Mas Aang kemarin amat-sangat-praktis dan mudah dipasang. Udah gitu, tendanya abis dilaundry, jadi aja di dalemnya wangiiii banget! 😀 Kami nggak perlu waktu lama untuk membangun dua tenda; one for boys and the other for girls, bahkan meskipun beberapa anggota membelot dari acara bantu-bantu bikin tenda dan lebih sibuk foto-foto. Bhahahah.

Ketika sorenya sempet ujan pun tenda kami masih tetap nyaman untuk didiami. Ahhh, rasanya pengin meluk tendanya saking sayangnya. Ahahahahah.

pose duluuu di depan tenda. horeee!!

pose duluuu di depan tenda. horeee!!

Selesai tenda dibangun dan difoto-foto (teteub, yaa), Mas Aang mengeluarkan trangia. Apa itu trangia? Well, trangia adalah kompor praktis yang biasa dibawa para pendaki gunung. Isinya sepaket ada dua buah panci yang bisa dianggep sebagai mangkok juga, trus sejenis wajan kayak Teflon gitu, ceret (pada tau artinya, kan?), dan set kompornya. Jadi ada tungku untuk nongkrongin alat masaknya dan bagian untuk ngebakarnya.

penampakan trangia

penampakan trangia

Rada takjub juga ngeliat benda ini karena baru pertama kali liat. Udah sering denger Mas Aang dan Mas Topik nyebut-nyebut, tapi nggak pernah liat sendiri. Oh iya, selain itu Mas Aang juga ngeluarin satu tabung merah panjang kayak tabung gas untuk kompor portable. Hmmm… ini gimana cara pakenya, ya?

Jadi ternyata, si tabung merah panjang ini bukan tabung gas, melainkan tempat spritus. Spritus ini tinggal dituang ke bagian untuk ngebakarnya, secukupnya aja, trus ngebakar tissue basah, dan cemplungin deh ke genangan spritus tadi. Simple. Iya, simpel, dengan catetan tabung spritusnya ada isinya dan bawa korek api. Kenyataannya, sore itu, Mas Aang baru sadar bahwa tabung yang dia bawa kosong. Waaak waaaak waaaaaaaak… XD Bahkan setelah tabung dipenuhi, kami lagi-lagi harus ngakak bersama ketika sadar nggak satupun dari kami yang punya korek api. Untunglah kami nggak harus bener-bener balik ke masa-masa kelam pramuka ketika kami harus bisa bikin api sendiri dari dua batu yang dipukul-pukul atau gesek-gesekkin kayu, kami akhirnya pinjem tetangga sebelah. Wakakakak.

masak-masakan sambil nenda, done!

masak-masakan sambil nenda, done!

Well, camping sore itu memang didukung oleh acara gathering dari Terrano Club Indonesia. Yang jadi membernya sih Cuma Mas Aang, yang lainnya tim hore. Oleh panitia acara, disediakan pilihan menginap di kamar penginapan atau di tenda. Dari sekitar sembilan puluhan Terrano yang ikutan, yang mayoritas adalah keluarga dengan anak-anak kecilnya, awalnya kami mengira cuman kami yang bakal milih nenda. (Yes keleus, secara tau sendiri keluarga-keluarga zaman sekarang pada pilih yang nyaman dan nggak mau ribet). Etapi ternyata kami salah. Cukup buanyak keluarga yang milih untuk nenda. Wow!

tenda kami dan tenda-tenda tetangga

tenda kami dan tenda-tenda tetangga

Nggak berapa lama, tadaaaa… mi instant cup dan beberapa gelas kopi pun siap terhidang. Yay! Sambil makan mi cup dan snack yang kami bawa, gegitaran, sambil menyaksikan para bapak-ibuk dan anak yang asyik quality time dengan membangun tenda bersama, bolak-balik bawa barang, foto-foto, dan ketawa-ketiwi bersama… ahh, I couldn’t really tell how exactly it felt. You should try by yourself! (:

Well, dari acara camping yang [jujur] baru pertama kali saya lakukan setelah nggak jadi pramuka lagi, ada beberapa catetan benda-benda penting yang nggak boleh ketinggalan:

Sleeping bag
– Senter atau alat penerangan lain (kemarin lupa bawa, untungnya di daerah perkemahannya banyak lampunya :P)
– Alat-alat makan; mangkok, gelas, sendok (kemarin lupa bawa juga, untung dikasih sama tetangga sebelah :P)
– Korek api (kecuali emang jago bikin api dari batu)
– Spritus full tank! :D
– Tikar (well, ini nggak inti-inti banget, sih, tapi nongkrong di sekitaran tenda lebih nyaman pake tiker, kan? Kemarin kami pake spanduk dari panitia :P)

team Camping di Lembang dari ki-ka: Dita, Wikan, Mas Krisna, saya, Ady, Mas Aang

team Camping di Lembang dari ki-ka: Dita, Wikan, Mas Krisna, saya, Ady, Mas Aang

Advertisements

6 thoughts on “Camping Cantik di Lembang

  1. sekedar ngasih saran saja gan and sist..
    yang paling eak untuk camping tuh di batu kuda cibiru..
    indah banget dan cocok banget untuk camping apa lagi untuk para pendaki cocok banget den pokonya..
    hihi makasih 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s